PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH

PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR GEOGRAFI DI SEKOLAH

download makalah lengkap [ Ziddu ] [4shared ]

KONSEP PENGINDERAAN JAUH
Penginderaan jauh berasal dari dua kata dasar yaitu indera berarti melihat dan jauh berarti dari jarak jauh. Jadi berdasarkan asal katanya (epistimologi), penginderaan jauh berarti melihat obyek dari jarak jauh. Lillesand dan Kiefer (dalam Sutanto, 1986) mendefinisikan Penginderaan jauh sebagai Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji.
Dalam definisi tersebut, obyek, daerah, atau gejala yang dikaji dapat berada di permukaan bumi, di atmosfer, atau planet di luar angkasa. Namun untuk kajian penginderaan jauh luar angkasa tidak dibahas lebih jauh, kita lebih banyak membahas penginderaan jauh untuk sumberdaya bumi. Dalam mempelajari obyek di permukaan bumi dengan teknik penginderaan jauh, permukaan bumi yang akan dikaji di potret telebih dahulu dengan menggunakan alat yang disebut sensor. Sensor tersebut di pasang di sebuah wahana (platform) yang berada di angkasa, seperti balon udara, pesawat terbang, satelit, atau wahana lainnya. Sensor yang digunakan bisa berupa kamera, scanner, magnetometer, maupun radiometer. Untuk melakukan pemotretan sensor tersebut memerlukan tenaga sebagai mediumnya. Tenaga ini dapat berupa bunyi, daya magnetik, gaya berat, dan tenaga elektromagnetik. Tenaga yang paling banyak digunakan adalah tenaga elektromagnetik yakni tenaga elektrisitas dan magnetisme yang bergerak dengan kecepatan sinar, pada frekuensi dan panjang gelombang tertentu, dengan sejumlah tenaga tertentu pada setiap panjang gelombang. Hasil pemotretannya disebut sebagai data penginderaan jauh yang dapat berujud foto udara, citra satelit, citra radar, dan lainnya
Dalam kaitannya dengan perolehan data penginderaan jauh ternyata melibatkan beberapa komponen yang terangkai dalam suatu sistem. Komponen-komponen tersebut meliputi sumber tenaga, atmosfer, obyek, sensor dengan wahana, dan teknik interpretasi. Sistem ideraja dapat digambarkan sebagai berikut (LAPAN, 2007).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: